Minggu 3 Mei 2026 - 17:09
Kedudukan Guru adalah Kedudukan Surgawi

Hawzah/ Dengan tulus, saya sampaikan salam hormat, penghargaan, dan terima kasih kepada semua pembimbing, profesor, guru, dan pendidik, terutama para guru yang mulia. Dan saya ucapkan terima kasih kepada semua dosen yang dengan berani dan penuh pengorbanan telah berperan dalam medan perang kebenaran melawan kebatilan, serta pada masa perang tidak adil Amerika-Zionis melawan Iran, Islam, Revolusi Islam, umat Islam, dan Poros Perlawanan. Mereka yang senantiasa mendampingi dan membimbing rakyat yang mulia, murid-murid mereka, para thalabah (pelajar agama), cendekiawan, serta ulama yang terhormat, baik di jalanan, di lapangan, maupun di panggung-panggung dakwah dan penjelasan.

Berita Hawzah – Ayatullah Alireza A'rafi, Direktur Hawzah Ilmiyah, dalam sebuah pesan menyambut Pekan Penghormatan terhadap Kedudukan Guru dan Hari Guru, menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua profesor, guru, dan pendidik. Berikut isi teks pesan tersebut:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

"Dialah yang mengutus seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri kepada kaum yang buta huruf, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah."

Saya memuliakan Hari Pendidik dan Guru, dan saya sampaikan salam kepada ruh para syuhada yang mulia, khususnya pemimpin syahid, serta para guru dan pendidik syahid, baik dari kalangan pendidikan, universitas, dan Hawzah Ilmiyah, terutama profesor syahid Ayatullah Muthahari (ra). Meskipun setiap hari terang benderang berkat cahaya para profesor dan pembimbing menuju keselamatan dan kebahagiaan, namun tanggal 12 Ordibehesht (2 Mei 2026) dan peringatan syahidnya almarhum 'Allamah Profesor Muthahari adalah kesempatan untuk kembali mengenang para guru dan pendidik yang saleh, berkorban, dan telah tiada (semoga rahmat tercurah kepada mereka), terutama para syuhada yang mulia dan terhormat dari kalangan para profesor dan guru. Juga untuk memperbaharui ikrar, penghormatan, serta rasa syukur dan terima kasih di hadapan para profesor tercinta di semua lembaga ilmiah, budaya, hawzah, dan universitas.

Kedudukan sebagai guru, dalam logika Islam dan hawzah, adalah kedudukan yang surgawi, merupakan pancaran dari nama-nama Allah Yang Maha Indah, dan sinar dari matahari kenabian, risalah, dan imamah. Misi tertinggi seorang guru dan profesor adalah pendidikan yang menyeluruh dan seimbang, serta bimbingan dan arahan yang sesuai bagi para thalabah, mahasiswa, dan pemuda terkasih. Oleh karena itu, menjadi guru adalah ilmu, seni dan keterampilan, juga didasari oleh iman, cinta, dan pengorbanan. Dan dari sinilah, hak seorang profesor, guru, dan pendidik termasuk hak-hak ilahi dan kemanusiaan yang terbesar.

Dalam tradisi hawzah ilmiyah, seorang profesor memiliki kedudukan yang luhur dan nilai yang abadi. Ikatan antara profesor dan murid adalah ikatan yang langgeng dan tali yang kuat. Tradisi-tradisi murid dan guru dalam sistem hawzah menyimpan banyak rahasia dan misteri.

Dengan tulus, saya sampaikan salam hormat, penghargaan, dan terima kasih kepada semua pembimbing, profesor, guru, dan pendidik, terutama para guru yang mulia. Dan saya ucapkan terima kasih kepada semua dosen yang dengan berani dan penuh pengorbanan telah berperan dalam medan perang kebenaran melawan kebatilan, serta pada masa perang tidak adil Amerika-Zionis melawan Iran, Islam, Revolusi Islam, umat Islam, dan Poros Perlawanan. Mereka yang senantiasa mendampingi dan membimbing rakyat yang mulia, murid-murid mereka, para thalabah (pelajar agama), cendekiawan, serta ulama yang terhormat, baik di jalanan, di lapangan, maupun di panggung-panggung dakwah dan penjelasan.

Saya berharap peran serta dan kehadiran yang dilandasi iman dan revolusioner ini terus berlanjut, dan tali hubungan antara para profesor terhormat—mulai dari profesor tingkat dasar hingga tingkat lanjut, dari profesor pengajar materi luar (Kharij) dan ijtihad serta spesialis—dengan para thalabah, cendekiawan, murid-murid, dan para pimpinan tetap terjaga. Semoga hal ini menjadi penyebab pertumbuhan ilmiah dan spiritual para thalabah terkasih, serta memperkuat barisan hawzah, ulama, dan bangsa. Semoga Allah menakdirkan kemenangan dan pertolongan bagi bangsa Iran, Poros Perlawanan, umat Islam, dan para prajurit Imam Zaman (Afs). Semoga naungan panjang wilayah dan marja'iyah terus berlangsung, dan semoga angkatan bersenjata Islam dan Iran tetap mulia dan menang.

Alireza A'rafi
Direktur Hawzah Ilmiyah

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha